Backpackers Go to Bromo: Too Sweet to Forget

Salam ransel..

Melanjutkan postingan sebelumnya..setelah tiba di terminal probolinggo kami melanjutkan perjalanan menuju Bromo menggunakan Bison…perjalanan menuju kawasan wisata bromo kurang lebih 2 jam dan karena hari sudah malam kami tidak dapat melihat pemandangan disekitar kawasan wisata bromo dan memasuki pedesaan kami di disambut dengan hujan dan udara yang dingin..:)
Daaaaannnn..akhirnya kami tiba di penginapan. Tiba di penginapan kami langsung booking jeep untuk esok hari, karena trip kami bertepatan dengan libur panjang maka kebanyakan jeep sudah full booked :(, setelah dibantu oleh bapak supir bison akhirnya kami mendapatkan jeep untuk 9 orang dan langsung kami bayar DPnya. Urusan Jeep selesai kami melanjutkan jalan-jalan malam sembari mencari makan karena dari tadi cacing2 diperut udh mulai konser aka Kelaperan..:).
Selesai makan kami kembali menuju penginapan dan bersiap-siap untuk tidur. Apakah saya bisa tidur? jawabannya tidaaakkk..hehe..udaranya amat sangat dingin cetar membahana..(ciyus!! ga lebay..:D ), jangankan untuk mandi untuk sekedar cuci muka aja saya menggigil kedinginan, airnya sedingin air es boooooo..
Jam 3.15 subuh saya udh mulai siap cuci muka, mandi ala koboy karena dinginnya bener2 dingin banget dan tidak lupa sarapan ala kadarnya. Setelah semua ready kami menunggu jeep di depan penginapan kami, suasana di luar penginapan sudah ramai oleh jeep-jeep yang hendak membawa pengunjung menuju daerah pananjakan.

bromo4

P1060499-edit

Jam sudah menunjukkan pukul 04.00 tapi jeep tak kunjung datang, sang supir yang kami hubungi via telpon menjawab kalau ia kena macet jd kami maklumi, setelah jam 5 dan jeep tak kunjung datang kami hubungi kembali dan ia beralasan ban mobil bocor..aarrrgghhh..*esmosi…*lemparbarbel..
Bagaikan terkena PHP sang pemilik jeep kami berinisiatif untuk berjalan kaki saja daripada menunggu di penginapan, setelah berjalan kaki kami dihampiri tukang ojek dan ia menawarkan jasanya sebesar 150rb (eduuuunnn..mahal ma men..!!) untuk 2 tempat yaitu pananjakan dan gunung bromo, karena mahal kami teruskan perjalanan kami menuju kawah bromo walaupun ga tau rutenya tapi tetep nekat dan ternyata si tukang ojek ga menyerah dan menurunkan tarifnya yaitu 50rb tetap dengan 2 tujuan, sedikit tergiur dengan penawaran sang ojek, saya dan teman2 berunding sejenak dan diambilah keputusan, kami membentuk 2 tim yaitu: Tim 1 (firman, mas otong, ojan dan imas) jalan kaki langsung menuju kawah bromo dan tim 2 (nurul, bola, mas andri, rauf, mega) naik ojek menuju pananjakan untuk melihat sunrise.

Tim 1:

bromo1

Tim 2:

bromo2bromo3

Continue reading